20 Mei 2008

Kis 5 : 12 – 25

(Beberapa Catatan dan Informasi/Kutipan Lepas) 1. Pengantar
1.1. Berkumpul Sebelum Diutus

Dalam menggambarkan Gereja Purba naskah Perjanjian Baru, khususnya Kisah Para Rasul menyajikan cerita yang urutannya sering diulangi. Pada tahap pertama, komunitas- komunitas lebih memperhatikan kehidupan “di dalam”. Kemudian dengan tiba-tiba cakra- wala segala usaha berubah. Yang muncul ialah pertemuan dan dialog dengan yang “di luar”. Demikianlah alur cerita Lukas dalam bukunya. [ . . . ] . . . Soal “dalam” dan “luar” yang silih berganti berulang-ulang terjadi. Gerakan yang berlangsung dalam Kisah dengan cepat dan tidak sistematis itu, mencerminkan suatu keadaan selama beberapa tahun sebagaimana dinyatakan pula dalam buku-buku Per- janjian Baru yang lain. Sesungguhnya, di antara kebangkitan Kristus (kira-kita tahun 30) dan tahun 45, komu- nitas perdana terutama sibuk dengan struktur dalamnya. Kemudian sejak awal perjalanan Paulus, perhatian utama adalah pertemuan dengan dunia. Komunitas-komunitas berorga- nisasi demi pengabaran Injil, dan para rasul sebagai pemimpin jabatan gerejawi (1 Kor 12 :28; Kis 14:4-14) [kutipan dari C. Kiswara, Gereja Memasyarakat, Belajar dari Kisah Para Rasul (Yogya- karta: Kanisius, 1988), hlm. 33f.]. 1.2. Susunan dan Sinopsis Pada fasal kelima ini kita mempelajari beberapa peristiwa yang penting dalam gereja yang mula-mula itu. Yang pertama, Roh Allah mulai menghukum dosa orang-orang per- caya, supaya gereja itu suci di hadapan Tuhan. Yang kedua, rasul-rasul harus menderita bagi Tuhan Yesus, tetapi masih belum ada yang dibunuh . . . Sesudah peristiwa yang lu- ar biasa [itu], ialah kematian Ananias dan Safira, para rasul itu dipakai Tuhan untuk me- ngadakan banyak mujizat dan tanda-tanda [kutipan dari R. Dixon, Tafsiran Kisah Para Rasul (Ma- lang: Gandum Mas, 1997), hlm. 30 dan 33].

2. Eksposisi
Ayat 13-16: Dua hal menampak: (i) orang-orang tidak berani mengganggu orang-orang Kristen dan, di pihak lain (ii) pesatnya perkembangan jumlah warga jemaat menimbulkan penghargaan bagi orang-orang Kristen. Informasi: Tentulah perkara Ananias dan Safira telah menimbulkan kegemparan besar. Bah- wa jumlah [warga] jemaat bertambah dengan pesatnya oleh tanda-tanda dan muji- zat-mujizat, ini tak usah lagi diherankan. Walaupun demikian senantiasa ditunjuk- kan (dalam ayat 14), bahwa tentang sebagian sebab-sebabnya adalah lebih da- lam letaknya, yaitu kepercayaan dan penyerahan diri kepada Tuhan, yang diberi- takan oleh para rasul dan terutama oleh Petrus. Sampai-sampai juga dari luar Ye- rusalem orang datang membawa orang yang sakit dan orang-orang yang digang- gu roh jahat, supaya mereka dapat memperoleh kesembuhan. Seolah-olah seperti pada permulaan pekerjaan Yesus di Galilea [kutipan dari H. v.d. Brink, Tafsiran Alkitab: Ki- sah Para Rasul (Jakarta: BPK-GM, 2001), hlm. 84].

Diskusi:

Apakah “bayangan” Petrus memang dapat menyembuhkan (ayat 15)? God used many means to heal hurting people. The passing shadow of an apostle was just one. What this verse may suggest is that Peter’s reputation as a man of God empowered to heal was so widespread that people tried to get as close to him as they could. In any case, God works in different ways at different times. When people respond in faith to God’s work, he can respond in various ways to their needs [kutipan dari Quest Study Bible (Grand Rapids, Mich.: 2003), p. 1568]. Ayat 17: Para penguasa Yahudi merasa dirugikan. Mereka sangat iri hati, sebab orang banyak mengikuti para rasul. Informasi: . . . pada akhirnya, Imam Besar (Hanas, lih. 4:6) tak dapat menguasai dirinya lebih lama lagi. Seperti ternyata dari 4:1 dan 2, orang-orang Saduki berdri pada pihak- nya, sebab para rasul begitu jelas mengemukakan kebangkitan Yesus Kristus da- lam khotbah-khotbah mereka, padahal orang Saduki mengajarkan tidak mungkin [ada] kebangkitan. Tambahan pula bahwa sebagaimana orang-orang Farisi menguasai bidang pekerjaan dalam soal-soal rumah ibadat, orang-orang Saduki mengurus soal-soal Bait Allah. Tanpa diperiksa lagi para rasul ditangkap dan ditutup dalam penjara resmi. Rupanya mula-mula disangka bahwa ada cukup alasan untuk penangkap- an ini, disebabkan sikap keras kepala di pihak para rasul yang tidak mengindah- kan perintah Mahkamah Agama untuk menutup mulut (4:17) [kutipan dari Brink, op. cit.] Ayat 18: Semua rasul (12 orang) ditangkap, lalu dipenjarakan. Sebelum ini cuma Petrus dan Yohanes yang ditangkap (fasal 4:3). Ayat 19 dan 21a: Mujizat ini pun adalah suatu tanda. Bukan, bahwa para pemberita “seluruh firman hidup” itu akan melakukan pekerjaan tanpa penghambatan dan penderitaan. Sehari se- sudah itu mereka ditangkap pula, malah dicemeti. Tetapi mujizat ini adalah tanda kehendak Allah bagi para rasul dan jemaat, yang harus diteruskan pada jalan yang sudah ditempuh. Di pihak lain, mujizat ini adalah juga tanda bagi Mahkamah Agama Yahudi, sebagai peringatan bahwa mereka sedang menggugat pekerjaan Allah. Kepada mujizat ini terikat suatu perintah Allah yang jelas. Para rasul tidak dilepaskan untuk dapat menyembunyikan diri, tetapi supaya dapat berkhotbah di muka umum [kutipan dari Ibid.].

Informasi:

Deliverance from prison by miraculous means is a prominent theme in Acts (cf. 12:6-11, 16:26ff.). The progress of the gospel cannot be hindered by imprisonment of the missionaries, who are released so that they may, at least, have the opportu- nity of making their defence in open court and so continuing their testimony in a manner which brought a special blessing and inspiration of the Spirit [kutipan dari Peake’s Commentary on the Bible (London: Thomas Nekson, 1972), p. 892]. 3. Rangkuman THE ATTRACTION OF CHRISTIANITY (Acts 5:12-16) Here is a cameo-like picture of what went on in the early Church. (i) It tells us where the Church met. . . . The early Christians were constant in their attendance at the House of God, desiring ever to know God better and to draw upon his strength for life and living. (ii) It tells us how the Church met. The early Christians assembled where everyone could see them. They knew what had happened to the apostles and what might well happen to them; but they were determined to show all men whose they were and where they stood. (iii) It tells us that the early Church was a supremely effective Church. Things happened. The days when the healing ministry of the Church was in the forefront of its work are past, although they may well return. But the Church still exists to make bad men good; and men will always throng to a Church where lives are changed [kutipan dari William Barclay, The Daily Study Bible, the Acts of the Apostles (Edin- burgh: the Saint Andrew, 1989), p. 46].
- - - NR - - -

Tidak ada komentar: